Dalam tutorial drupal sebelumnya, Anda telah selesai membuat localhost di komputer, lalu dilanjutkan melakukan instalasi drupal 6. Nah, kini kita berlanjut ke tutorial drupal dengan topik pengenalan drupal 6. Dalam tutorial blog ini akan saya jelaskan secara singkat garis besar bagian-bagian drupal 6 yang sudah berhasil Anda install. Secara berseri, bagian per bagian lebih detail akan dijelaskan di tutorial-tutorial selanjutnya. Catatan tambahan, dalam tutorial pengenalan drupal 6 ini, drupal 6 masih murni, belum ada tambahan module apapun ataupun penambahan themes.
Gambar terakhir setelah Anda selesai melakukan instalasi drupal 6
Seperti gambar terakhir yang tampil di halaman browser Anda, ada empat bagian yang bisa Anda lihat.
- Header
Bagian pertama berwarna biru tua terletak diatas dengan logo drupal dan nama situs Drupalku. - Sidebar Block
Bagian sebelah kiri biasa disebut sidebar yang menampung block-block, dimana saat ini hanya ada satu block yakni account admin. - Halaman utama
Bagian tengah halaman adalah halaman utama.. Halaman ini akan diisi oleh content Anda, jika postingan Anda diset untuk tampil di halaman depan (defaultnya langsung tampil di depan). - Footer
Bagian bawah situs, saat ini baru berisi logo kecil drupal.
Status Anda saat ini adalah masuk / log in sebagai admin, seperti yang Anda tahu bahwa sebagai seorang admin, Anda bisa melakukan apa saja terhadap situs ini. Kita akan coba membahas, apa saja yang bisa Anda lihat dan lakukan sebagai seorang admin.

Gambar di atas adalah block account admin.
Ada empat menu utama, yaitu
- My account
Berisi tentang identitas pemilik account dalam hal ini adalah admin. - Create content
Menu untuk membuat content baru. Jenis content tergantung dari tipe content apa saja yang akan diaktifkan. - Administer
Administer adalah menu utama dari seorang admin. Di dalamnya terdapat banyak pilihan tools untuk pengaturan keseluruhan isi situs. - Log out
Menu untuk Anda menyudahi log in sebagai admin.
Berikut penjelasan masing-masing bagian dari account admin.
- My account
Di dalam menu My account, ada dua tab menu yang tersaji, yaitu View yang saat ini Anda akses dan Edit. Melalui bagian View ini Anda bisa melihat History dari keanggotaan Anda, di mana admin baru berumur 1 minggu 5 hari. Bagian ini akan bertambah itemnya ketika Anda sebagai admin sudah memulai pembangunan situs.
Tab menu yang kedua adalan Edit. Bagian ini mempunya fungsi untuk mengedit informasi account Anda, dari user name, alamat e-mail, password dan status account Anda. Sebagai admin, Anda juga bisa mengedit user-user yang nanti akan menjadi member di situs Anda. Apalagi, jika ada yang “nakal”, Anda bisa menggunakan status blocked untuk mengunci keanggotaannya dari situs. Untuk set Time zone, seperti di tutorial sebelumnya, biarkan seperti apa adanya.
- Create content
Menu Create content dipakai untuk membuat isi situs (content). Default dari drupal ada dua jenis content yang disediakan yaitu
- Page
Tipe content Page dipakai untuk membuat halaman-halaman statis di dalam sebuah situs. Contohnya seperti Tentang Kami, Policy dan sebagainya. Halaman-halaman yang dibuat menggunakan tipe content Page ini biasanya tidak bertujuan agar pengunjung memberikan komentar, dalam artian memang hanya untuk halaman informasi. - Story
Tipe content Story biasanya dipakai untuk membuat halaman yang lebih dinamis yang biasanya mengijinkan pengunjung untuk memberikan komentar. Tipe content ini bisa untuk membuat journal harian. Dalam beberapa kasus, tipe content Story juga dipakai oleh sebagian pengguna drupal untuk membuat blog. Namun pada kenyataannya, tipe content blog juga disediakan tersendiri oleh drupal.
Untuk pembahasan tentang Create content dan bagian yang lebih dalam, akan dibahas di tutorial-tutorial selanjutnya. Kita akan lanjutkan ke menu berikutnya agar Anda lebih memahami dulu bagian-bagian secara garis besar dari hasil instalasi drupal yang sudah Anda lakukan.
- Page
- Administer
Menu Administer ini adalah menu utama dari account admin Anda. Melalui menu ini Anda bisa mengatur semua aktivitas yang ada di situs. Di drupal versi 6, pembagian halaman admin sudah dikelompokkan ke dalam sub-sub menu, ini akan membantu Anda dalam memahami setiap fungsi-fungsi yang ada didalamnya. Selain itu, ada dua tab menu yang dipakai untuk membuat pembedaan pengelompokan sub-sub menu di Administer ini. By task dan By module. Saya sendiri lebih familiar dengan By task karena memang lebih sering dipakai dan hal ini juga sama dengan nama-nama sub menu dari menu Administer.
Cron has not run
Kalau Anda mencermati bagian Administer ini, Anda bisa melihat ada satu kalimat berwarna hijau tepat dibawah dua tab menu By task dan By module. “Cron has not run. Please visit the status report for more information”. Salah satu bagian kecil dari drupal adalah adanya fitur cron. Fitur cron berfungsi meng-index semua content situs ke dalam mesin pencari lokal (drupal yang Anda install). Selain itu, ada beberapa module yang juga membutuhkan cron berjalan.. Mengingat Anda baru saja menginstall drupal, cron memang belum pernah dijalankan. Agar warning tersebut hilang, Anda bisa jalankan secara manual dengan menjalankan perintah di browser Anda http://localhost/drupalku/cron.php. Perintah ini jika selesai dijalankan akan menghasilkan blank page atau halaman putih saja. Namun, Anda juga bisa menjalankan cron tersebut dengan klik link status repot yang disertakan di situ.Ketika Anda klik link status report, Anda akan dibawa ke halaman status report. Halaman ini memberikan informasi apakah drupal yang Anda install mengalami masalah atau tidak. Anda juga bisa lihat apakah perangkat pendukung drupal yaitu server bisa melayani kebutuhan drupal atau tidak, seperti versi PHP, PHP memory limit, GD Library, dsb. Melalui halaman ini Anda hanya ingin menjalankan cron. Cari dan klik bagian link run cron manually.
Setelah Anda klik, Anda akan diberikan konfirmasi bahwa cron sukses dijalankan. Cron ran successfully. Silakan Anda kembali ke menu sebelumnya di menu Administer. Warning warna hijau sekarang sudah hilang setelah Anda jalankan cron tadi.
Berikut sub-sub menu dari halaman atau menu administer :
- Content management

Content management difokuskan untuk mengatur semua aktifitas situs yang berhubungan dengan isi atau postingan. Komentar, content, tipe content, setting pemostingan, RSS, sampai masalah taxonomy atau pengkategorian bisa ditangani dan diatur lewat bagian sub menu ini. - Site building

Site building berfungsi untuk membangun hal-hal penting dan mendasar dari sebuah situs. Blocks, Menus, Modules, dan Themes merupakan basic dari pembangunan sebuah situs drupal. Hal-hal yang bisa Anda lakukan lewat sub menu ini antara lain penambahan module, pembuatan menu situs, pengaturan block sampai masalah tampilan dalam bentuk themes. - User management

Situs yang sifatnya dinamis pasti tidak lepas dari keterlibatan pengunjung ataupun member. Nah dibagian ini disediakan khusus untuk pengaturan yang berhubungan dengan kegiatan pengunjung. Access rules, Permissions, Roles, User settings, Users. Hal yang bisa Anda lakukan antara lain mengatur dari sisi keamanan, hak akses halaman, sampai pengaturan level-level user. - Reports

Sub menu bagian Report menyajikan laporan atau pemantauan aktivitas situs drupal. Recent log entries, Top acces denied errors, Top page not found errors dan Status report. Anda bisa aktifkan beberapa module tambahan untuk menambah kelengkapan dari hasil Reports. - Site configuration

Site configuration berfungsi untuk pengaturan hal-hal yang lebih detail dari sebuah situs. Hampir setiap penambahan module baru, Anda juga harus mengeset konfigurasinya di sub menu ini. Hal-hal yang bisa Anda lakukan antara lain pengaturan format ketika input data ke situs, mengatur performance situs agar situs lebih efisien, sampai membuat status situs menjadi off-line ketika Anda sedang me-maintenance atau melakukan perbaikan. Detail masing-masing sub menu akan dijelaskan di dalam tutorial selanjutnya. - Help

Bagian yang sering orang lupakan untuk diakses dari sub menu Administer adalah Help. Sebenarnya, bagian ini sengaja disertakan untuk Anda baca dan dimengerti. Anda akan lebih bisa memahami istilah-istilah yang dipakai dalam drupal seperti node, block, dan taxonomy. Untuk lebih mendalami tentang drupal, disediakan juga link untuk mengakses ke handbook-nya drupal. Help sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai pemula.
- Content management
- Logout
Untuk mengakhiri petualangan hari ini sebagai admin drupal, jangan lupa untuk logout, sehingga Anda akan menjadi user biasa kembali.
Selamat belajar drupal.
Ari Thok



Nanya pak Ari :D kalau 2 type
Nanya pak Ari :D kalau 2 type kontent (misale 1 blog 1 forum) bisa dengan 1 instalasi drupal 2 alamat nggak? misale buat blog alamatnya http://blog.drupalku.com dan forumnya http://forum.drupalku.com
@antowi : salah satu
@antowi : salah satu kelebihan dari drupal adalah mempunyai kemampuan untuk bisa membuat multisite, satu drupal dipakai untuk lebih dari satu situs.
Singkatnya, dalam setting konfigurasi drupal, Anda bisa membuat share table dari database drupal, atau sebaliknya, memisahkan table-table tertentu dengan menambahkan prefix, dalam hal ini berarti Anda memisahkan content blog dan forum, sehingga hanya bisa diakses dengan alamat tertentu (sub domain yang berbeda). Hal lainnya, Anda juga bisa setting satu kali login untuk masuk ke dalam dua subdomain tersebut, dsb.
Sebagai contoh hasil situs, Antowi bisa lihat kepunyaan YLSA yaitu situs natal dan paskah (1 drupal untuk 2 situs) lalu situs pepak, c3i dan leadership (1 drupal untuk 3 situs). Dua model tersebut dalam hal setting share table dibuat berbeda. (khusus tampilan dan desainnya, itu hanya menyesuaikan pesanan :D)
Drupal keren, i lope drupal..
Drupal keren, i lope drupal..
@Wallcot : setuju, monggo
@Wallcot : setuju, monggo dipelajari lebih dalam :)
Wah bagus nih drupal, saya
Wah bagus nih drupal, saya baru belajar nih, mau tanya, bagaimana agar tampilan home tidak ada form login, dan menempatkan form login di area lain, seperti worpress di mana form loginnya di namadomain.com/wp-admin
Mohon bantuannya yah
@Agung : kamu bisa atur di
@Agung : kamu bisa atur di bagian blocknya. Atur saja agar block user login tidak tampil di halaman utama, tetapi hanya di bagian halaman tertentu. Misalnya, kamu membuat halaman (content type page) baru bernama "halaman login". Setelah jadi, kembali ke bagian Block. Atur setting pada block User Login, Show block on specific pages: Show on only the listed pages. masukkan kata "halaman login" pada form tersebut, lalu simpan dan lihat hasilnya. Form User Login hanya akan tampil ketika mengakses "halaman login" yang tadi kamu buat. Block User Login bisa kamu letakkan dibagian content. Ini hanya salah satu trik sederhana. Selamat mencoba.
Thx ya... bisa bwat
Thx ya... bisa bwat belajar...
@Pho : sama-sama Pho.
@Pho : sama-sama Pho.
mas/pak arithok... saya nyoba
mas/pak arithok... saya nyoba memisahkan block user login agar tidak tampil di tiap halaman koq masih belom bisa ya ?,
saya udah coba ikutin cara diatas, tapi malah halaman blok login saya gak tampil sama sekali di tiap page....
Mohon Petunjuk nya dong.......
Thx...
Coba di akses lewat browser
@BW : oke, saya akan
@BW : oke, saya akan tambahkan informasinya di blog Block Drupal yang sedang saya buat.
Terima kasih atas sharingnya
@BOG Belajar : terima kasih
@BOG Belajar : terima kasih buat kunjungan dan semangatnya. Sukses juga buat Anda.
Hai Ari, mau tanya nie? apa
@Theo : maaf Theo, di blog
@Theo : maaf Theo, di blog terdahulu saya sudah berkomitmen untuk tidak membahas seputar drupal 5, karena menurut saya itu sudah tertinggal. Seharusnya, tidak perlu dipertanyakan lagi apa kelebihan drupal 6 dibanding drupal 5. Dari sisi teknis, fitur, keamanan, kecepatan, serta dukungan teknis dari drupal, drupal 6 lebih unggul. Modules dan themes yang baru pun sudah lebih banyak yang dikembangkan untuk drupal 6 dan drupal 7, sedangkan di drupal 5, modules dan themes banyak yang tidak disupport lagi oleh para pengembangnya. Jadi, mau tidak mau, yang memiliki situs masih menggunakan drupal 5, sudah seharusnya diupgrade ke drupal 6. Atau yang baru memulai mempelajari drupal bisa langsung memilih drupal 6.
@ari.. ok thx banyak buat
mas mau nanya kalo kita sudah
@susahbanget : sepertinya
@susahbanget : sepertinya Anda masih belum memahami drupal. Di dalam drupal setiap kali membuat page tidak membentuk file (baik itu index.htm atau php). Data baru semua sudah otomatis tersimpan ke dalam database. Defaultnya ketika Anda membuat suatu page, halaman tersebut akan terlihat di halaman depan.
bagaimana cara ngatasin
@anonymous : sepertinya ada
@anonymous : sepertinya ada beberapa warning ataupun missing yang berbeda di sana.
Yang pertama, coba Anda lihat di sini : http://drupal.org/node/1014026, sepertinya Anda harus menginstall versi yang lebih baru dari modul yang bersangkutan. Jangan lupa jalankan update.php
Tentang getID3, Anda harus menambahkan library getID3. Silakan baca readme dari module tersebut, biasanya disediakan lengkap cara penginstallannya.
Tentang jQuery UI, mirip dengan kasus getID3, Anda perlu download jquery-ui plugin sebagai pelengkapnya.
Jika masih kurang jelas, silakan ditanyakan.
Mas Ari, mohon bantuannya.
@Suwito : Ketika dipindah
@Suwito : Ketika dipindah dari komputer kantor ke laptop sebelum ditambah content apakah content2 sebelumnya bisa dibuka?
hallo... saya pernah belajar
Tolong diulang dulu pelajaran
Tolong diulang dulu pelajaran yang lama ya Kang hehe. Siap Kang, saya akan coba update sebisa mungkin di tengah pengerjaan project.
Minta Materi dong tentang
ijin bookmark, terimasih mas
Post new comment